Kenali Penyakit Gondongan Pada Anak Sebelum Terlambat

Gondongan atau Mumps/Parotitis Epidemika merupakan suatu infeksi virus yang menular dan menyebabkan reaksi aktif, yakni pembengkakan pada kelenjar liur yang mana disertai dengan rasa nyeri. Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus paramyxovirus dan biasanya akan menyerang anak-anak yang berusia 4-14 tahun. Penyakit gondongan pada anak ini menyerang beberapa lokasi, bisa menyerang kelenjar ludah tepatnya di bagian bawah rahang maupun du bawah telinga.

Bila dihitung dengan teliti, penyakit ini menghabiskan masa inkubasi selama kurang lebih 14-24 hari terhitung setelah kuman masuk ke dalam tubuh anak. Pada dasarnya, pembengkakan yang terjadi hanya pada satu bagian saja, akan tetapi semakin lama pembengkakan semakin meluas hingga ke sisi lainnya dan pembengkakan ini akan terjadi setelah infeksi virus berlangsung setidaknya selama dua sampai tiga hari.

Penyakit Gondongan Pada Anak

penyakit-gondongan-pada-anak

Terkadang pembengkakan yang terjadi di daerah tertentu, seperti di bawah lidah tidak begitu nampak sehingga menyulitkan orang tua untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan pada anaknya, didukung dengan gejala awal penyakit gondongan yang hampir sama dengan penyakit ringan lainnya, yaitu demam biasa. Akan tetapi, pembengkakan tersebut akan berkembang dengan begitu cepat hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja hingga ukurannya menjadi lebih besar bahkan sangat besar bahkan mencapai ukuran maksimum.

Anak yang mengalami gondongan akan merasakan rasa sakit, terutama disaat menelan makanan dan kerapkali mengeluh jika mulutnya terasa kering yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya kelenjar ludah dengan baik sehingga tidak mampu memproduksi dan mengeluarkan ludah sebagaimana mestinya. Penyakit ini jarang menyerang bayi karena bayi masih memiliki sistem imun yang diberikan secara langsung oleh ibunya.

Komplikasi

Gejala awal dari penyakit ini adalah demam, pusing, disertai dengan mual-mual dan keluhan pegal-pegal, terutama di otot leher. Pada dasarnya, penyakit ini masih termasuk self limiting disease yang mana suatu jenis penyakit yang masih bisa sembuh sendiri walaupun orang tua tidak memberikan Obat penyakit gondongan pada anak. “Karena itu, sesungguhnya tak ada obat untuk penyakit gondongan” ujar dr.H.Rachmat Kurdi, Sp.A dari RSIA Hermina Jatinegara. Akan tetapi penyakit ini bisa menjadi sangat berat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dinyatakan sembuh 100%. Penyakit gondongan akan semakin parah bila terjadi komplikasi yang mana meliputi radang selaput otak, infeksi pada testis, meningitis.

Pengobatan

dr.H.Rachmat menyatakan bahwa penyakit ini tidak memiliki obat khusus, yang perlu dilakukan orang tua adalah mengobati gejalanya. Disaat anak mengalami demam, maka lakukan perawatan dan beri obat penurun demam, disaat anak mengeluhkan badan yang pegal-pegal, maka buatlah anak menjadi lebih rileks dan nyaman dengan melakukan pemijatan sederhana yang lembut menggunakan minyak kayu putih, keluhan pusing pun bisa diatasi dengan memberikan obat dan yang paling utama adalah mengatasi pembengkakan. Pembengkakan bisa diatasi dengan cara rutin mengompres, bisa dengan menggunakan air dingin atau dengan menggunakan air hangat.

Agar penyakit gondongan pada anak tidak terjadi dan menimpa anak Anda, maka lakukanlah berbagai tindakan pencegahan, pertama dengan melakukan imunisasi yang mana harus diberikan disaat anak berusia lima belas bulan, usia yang bertepatan dengan hilangnya kekebalan bayi.

dr. Rachmat pun berpendapat jika pemberian imunisasi pada anak berusia 15 bulan bukanlah sebuah patokan, karena anak yang sudah berusia melebihi atau di atas 15 bulan yang belum pernah mengalami penyakit gondongan pun berhak mendapatkan imunisasi. Karena penyakit ini termasuk penyakit yang menular, maka akan lebih baik, jika Anda mengkarantina anak yang mengalami gondongan supaya tidak menulari saudaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *