Bagaimana Metode Pemeriksaan Hepatitis B

Bagi seseorang yang sudah atau belum mengidap penyakit hepatitis B. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan hepatitis B. Lantaran penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit silent killer atau penyakit yang diam – diam dapat membunuh penderita penyakit ini. Bila mana sudah mengidap penyakit hepatitis B. Alangkah baiknya rutin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan virus hepatitis B yang sudah masuk ke organ hati. Metode pemeriksaan penyakit hepatitis B sendiri sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Dengan demikian hasil pemeriksaan terhadap penyakit hepatitis B bisa cepat diketahui.

Metode Pemeriksaan Hepatitis B

 

Dalam mengetahui perkembangan virus hepatitis B atau ada tidaknya virus hepatitis B di organ hati.  Maka bisa dilakukan beberapa metode pemeriksaan seperti berikut ini:

– Pemeriksaan fisik
Penderita penyakit hepatitis B umunya akan mengalami penyakit kuning pada mata dan tubuh. Namun untuk beberapa kasus tertentu, penderita penyakit hepatitis B tidak memunculkan gejala penyakit kuning pada mata dan tubuh. Sehingga juga perlu dilakukan pengajuan beberapa pertanyaan kepada penderita penyakit hepatitis B. Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh dokter adalah pernah menjalani transfusi darah, apakah ibu kandung yang melahirkan termasuk penderita hepatitis B yang punya peluang menurunkan hepatitis B kepada bayi yang baru lahir, apakah pernah melakukan suntik narkoba secara tidak steril, dan apakah pernah berhubungan seks dengan penderita hepatitis B.

– Pemeriksaan fungsi hati
Melakukan pemeriksaan pada organ hati sangat diperlukan untuk mengetahui apakah kinerja organ hati berjalan secara normal atau malah mengalami gangguan fungsi hati. Karena ada tidaknya virus hepatitis B yang sudah masuk ke tubuh, akan mempengaruhi fungsi hati dalam bekerja secara normal.

– Pemeriksaan kimia darah
Dalam pemeriksaan ini, seseorang akan menjalani tes darah untuk mengetahui kadar enzim SGOT dan SGPT. Adanya peningkatan pada enzim SGOT dan SGPT bisa menunjukkan seseorang telah terinfeksi virus hepatitis B.

– Pemeriksaan Serologi
Dalam pemeriksaan ini, seseorang yang memiliki Hepatitis B surface antigen (HBsAg) positif bisa menjadi bukti kuat adanya virus hepatitis B di dalam tubuh. HBsAg yang merupakan permukaan lapisan luar dari virus hepatitis B bisa bermanfaat untuk mengetahui ada tidaknya virus hepatitis B di dalam tubuh. Selain dengan HBsAg, masih ada pemeriksaan serologi dengan Hepatitis B antibodi (anti-HBs). Pemeriksaan dengan anti-HBs dimana jika kadar anti-HBs dinilai tinggi. Maka kekebalan tubuh seseorang dianggap sangat bagus dan dengan anti-HBs juga akan diketahui bahwa pernah atau belum pernahnya seseorang melakukan vaksinasi virus hepatitis B.

Kemudian ada juga pemeriksaan serologi dengan Hepatitis B e antigen (HBeAg). Seandainya seseorang  melakukan pemeriksaan HBeAg. Maka perlu diketahui bahwa HBeAg akan terdeteksi jika HBsAg sudah terdeteksi. Dengan demikian, seseorang yang melakukan pemeriksaan HBeAg seharusnya juga disertai dengan pemeriksaan HBsAg. Sehingga pemeriksaan yang dilakukan akan menjadi semakin akurat dalam mengetahui ada tidaknya virus hepatitis B di dalam tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *