Apakah Obat Antivirus Bisa Hilangkan Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B sendiri memiliki 2 lapisan partikel yang dimana lapisan inti partikel dari virus hepatitis B terdapat HbcAg atau disebut dengan hepatitis B core antigen. Sedangkan pada permukaan luar virus hepatitis B terdapat lapisan lipoprotein yang berisi HBsAg. Jika pada saat dilakukan tes darah ternyata memiliki HBsAg positif. Maka orang yang memiliki HBsAg positif di dalam darahnya bisa dipastikan mengidap hepatitis B.

Apakah Obat Antivirus Bisa Hilangkan Virus Hepatitis B

Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan di organisasi kesehatan dunia (WHO). Virus hepatitis B bisa ditangani dengan konsumsi obat antivirus. Namun ternyata mengkonsumsi obat antivirus masih belum bisa menyembuhkan penyakit hepatitis B kronis. WHO menyebutkan ada tujuh obat antivirus untuk menangani virus hepatitis B yaitu Interferon Alpha, Pegylated interferon, Lamivudine, Adefovir dipivoxil, Entecavir, Telbivudine, dan Tenofovir. Diantara ke tujuh obat antivirus ini yang paling sering digunakan  adalah Interferon Alpha dan Pegylated interferon. Baik Interferon Alpha maupun Pegylated interferon sama – sama memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangbiakan virus hepatitis B agar tidak lebih memperburuk kinerja organ hati.

Pada interferon Alpha diketahui memiliki kemampuan untuk menghambat nekrosis dari sel hati yang dimana nekrosis mengakibatkan peradangan hati lebih parah. Obat antivirus interferon merupakan obat antivirus dengan cara suntik ke penderita hepatitis B. Saat penyuntikan obat antivirus interferon terjadi. Maka interferon membutuhkan waktu 4 – 8 jam untuk bekerja membantu menghambat kinerja virus hepatitis B. Pada usia dewasa diberikan dosis suntikan interferon sebanyak 5 MU/hari atau 10 MU/hari. Sedangkan pada usia anak cukup diberikan 6 MU/m² dalam 3 kali seminggu selama 4-6 bulan.

Obat antivirus interferon memang sering digunakan para dokter spesialis hati untuk menangani sebagian besar penderita hepatitis B dan C tingkat kronis. Sayangnya obat antivirus interferon memang masing terlalu mahal bagi sebagian golongan masyarakat penderita hepatitis. Ada beberapa indikasi untuk penggunaan obat antivirus interferon. Beberapa diantaranya adalah interferon dipakai untuk para penderita hepatitis B dan C kronis. Kemudian interferon juga bisa dipakai untuk seseorang yang memiliki HbeAg dan HBV DNA positif.

Sedangkan untuk seseorang dengan penyakit hepatitis fulminan yang akut. Maka penggunaan interferon masih belum diperlukan. Namun ada juga sebagian dokter spesialis hati menyatakan masih bisa mempertimbangkan penggunaan interferon untuk penyakit hepatitis fulminan akut. Bagi setiap penderita hepatitis B yang telah menggunakan interferon. Maka pastinya akan memiliki efek samping. Dan berdasarkan waktunya maka efek samping dari penggunaan interferon dibedakan jadi dua yaitu:

  • Efek samping dini

Dimana efek samping ini akan terjadi kurang dari 2 minggu setelah penggunaan interferon. Dan secara umum akan mengalami gejala demam, anoreksia, nausea, sering capek, dan insomnia.

  • Efek samping lambat

Dimana efek samping ini akan terjadi setelah 2 minggu penggunaan interferon. Dan secara umum akan mengalami nyeri sendi, sering capek, penurunan berat badan, rambut rontok, mudah emosi, dan mudah stress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *