Apakah Hepatitis C Lebih Berbahaya Dari Hepatitis B

Penyakit hepatitis C berasal dari jenis virus RNA yang terdeteksi pada virus hepatitis C (HCV). Sedangkan penyakit hepatitis B berasal dari jenis virus DNA yang terdeteksi pada virus hepatitis B (HBV). Kedua penyakit hepatitis ini berasal dari dua virus yang berbeda. Sehingga memiliki kadar ancaman bahaya yang berbeda satu dengan yang lain. Pada penyakit hepatitis B kronis, terdapat peluang kecil munculnya sirosis dan kanker hati. Lantaran saat ini telah ditemukannya vaksin dan juga tujuh jenis obat antivirus untuk menangani penyakit hepatitis B. Sehingga menghambat perkembangbiakan virus hepatitis B ke arah kerusakan hati yang lebih parah.

Apakah Hepatitis C Lebih Berbahaya Dari Hepatitis B

Sedangkan pada penyakit hepatitis C kronis memiliki peluang besar munculnya sirosis dan kanker hati. Hal ini dikarenakan masih sedikitnya jenis obat antivirus yang ditemukan. Ditambah lagi belum ditemukannya vaksin untuk virus hepatitis C yang berujung semakin memperburuk kondisi penderita penyakit hepatitis C. Belum adanya vaksin untuk penyakit hepatitis C karena virus hepatitis C memiliki kemampuan untuk mengembangkan tipe virus yang beraneka ragam. Para ilmuwan di WHO menyatakan jika penyakit hepatitis C saat ini memiliki 6 jenis tipe virus hepatitis C dan terdapat lebih dari 50 subtipe virus hepatitis C.

Diketahui jika penderita penyakit hepatitis C memiliki gejala yang sama seperti dengan gejala penderita penyakit hepatitis B. Contohnya seperti cepat lelah, nyeri sendi, penyakit kuning, nafsu makan menurun, cepat stress, dan mual. Namun pada kasus penderita hepatitis C kronis, gejala tersebut terkadang tidak muncul. Sedangkan untuk penderita hepatitis C akut yang dimana terjadi kurang dari enam bulan setelah terinfeksi virus hepatitis C. Maka akan memunculkan gejala yang bisa langsung dirasakan penderita.

Sebagian besar kasus penderita penyakit hepatitis C akut mengalami perubahan menjadi penyakit hepatitis C kronis. Sehingga semakin memperparah kondisi penderita hepatitis C. Pada penyakit hepatitis C kronis secara bertahap akan muncul sirosis dan yang lebih parah bisa menjadi kanker hati. Jika penyakit hepatitis C sudah merusak organ hati hingga berubah menjadi sirosis. Maka akan memunculkan gejala gangguan fungsi hati, dan timbunan cairan hati pada bagian perut.

Penularan penyakit hepatitis C yang paling sering terjadi yaitu melalui kegiatan suntik menyuntik dengan menggunakan jarum suntik yang sudah terkontaminasi dengan penderita penyakit hepatitis C. Selain melalui jarum suntik, hepatitis C menular melalui transfusi darah dan juga melalui ibu hamil yang menderita hepatitis C sehingga menurunkan penyakit hepatitis C pada anaknya. Penyakit hepatitis C sendiri tergolong penyakit yang susah untuk dihilangkan. Apalagi jika sudah masuk ke dalam tingkat hepatitis C kronis. Dimana penderita hepatitis C kronis hanya bisa mengandalkan obat – obatan yang sudah ada untuk mengurangi kerusakan organ hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *